Wiwid Hosana, seorang designer muda yang berbakat yang akif sebagai perancang busana di Yogyakarta, pada kesempatan kali ini Wedding Imaging mewawancarai Wiwid Hosana yang juga pemilik butik Hosana Moda.
Berikut petikan wawancarnya
T : Bagaimana anda memulai karir sebagai Fashion designer hingga saat ini?
J : Awalnya saya memulai dengan coba-coba disaat masih duduk dibangku kuliah, karena saya sebelumnya tertarik dibidang fashion dan ditambah hoby membaca saya, terutama di bidang fashion. Kemudian saya memproduksi dalam skala kecil di kamar kos. Pada saat itu kegiatan seperti ini menyenangkan dan mendatangkan penghasiln
T :awalnya bikin baju seperti apa?
J
ada awalnya saya membikin baju ready to wear dan sederhana berdasarkan pesanan. Pada waktu itu saya belum membuat kebaya.
T :apakah anda pernah mendapatkan pelatihan mode atau fashion?
J :Sejak awal saya belajar secara otodidak dengan benyak membaca buku, kemudian pada tahun 2007 saya mengikuti kursus privat di Dandy T Hidayat yang seorang fashion designer dan mengambil kursus di LPK Pampi.
T :apa keuntungan setelah mengikuti private?
J :Saya memiliki pegangan yang lebih kuat, mengetahui fashion, mengetahui konsep,cutting dan style dan mengetahui bagaimana mengelola bisnis secara professional.
T :kendala dalam karir ?
J :kendala yang saya hadapi adalah masalah komunikasi dengan klien.
T :Inspirasi anda ?
J :sejak awal saya suka membuat dan menkreasi baju-baju sendiri dengan motif yang saling berbeda. Selain itu inspirasi saya berasal dari Edward Hutabarat. Edward merepresentasikan karakter yang ulet, tekun, ngototo dan ingin tau secara detail suatu persoalan.
T :ketika membuat karya (kebaya), proses kreatifnya spt apa?
J :Inspirasi dari buku, Fashion Designer harus senaang membaca, dari membaca bisa mendapat literature
T: apa yang anda lakukan sebelum berkarya?
J :Sebelum membuat karya, biasanya yang saya lakukan adalah mencoba/trial. Seperi mencoba tenun nusantara dan mengkombinasikannya.