Wedding Betwen Two Culture
Pernahkah Anda membayangkan untuk menikah dengan pria Warga Negara Asing (WNA?) Sebagian wanita Indonesia, tentunya pernah membayangkan bagaimana rasanya bersuamikan orang asing. Belum lagi kisah para wanita Indonesia yang melakukan pernikahan campur antarbangsa terkadang membuat iri sebagian orang.
Sebagian wanita Indonesia beranggapan bahwa menikah dengan WNA (warga negara asing) terlihat begitu indah, karena ada anggapan WNA adalah ekspatriat kaya yang identik dengan kemapanan. Hidup mewah di luar negeri, suami penuh pengertian, romantis, anak-anak lucu dan manis berwajah indo. Apalagi pernikahan dengan orang asing memiliki banyak perbedaan dari sekadar bahasa, seperti perbedaan cara pandang, kebiasaan, dan tentu saja budaya. Hal ini tentunya menjadi tantangan sendiri bagi wanita Indonesia.
Pernikahan dapat terjadi atas dasar suka sama suka antara seorang laki-laki dan seorang perempuan. Perasaan tertarik dan suka dapat menembus ruang dan waktu, tanpa membedakan etnis budaya, usia, kebangsaan, bahkan agama. Pernikahan antar bangsa, dewasa ini bukan merupakan hal yang baru lagi karena perkembangan kebudayaan, ilmu, dan teknologi telah memnjadikan masyarakat dunia dapat saling berkomunikasi dan bersosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media telekomunikasi. Pernikahan antar bangsa yang bisa juga disebut perkawinan campuran, sesungguhnya adalah pernikahan antara laki-laki dan perempuan yang berbeda kebangsaan atau kewarganegaraan, berbeda keyakinan (agama), dan berbeda asal keturunan.
Menurut survey yang dilakukan oleh Mixed Couple Club, jalur perkenalan yang membawa pasangan berbeda kewarganegaraan menikah antara lain adalah perkenalan melalui internet, kemudian mantan teman kerja/bisnis, berkenalan saat berlibur, mantan teman sekolah/kuliah, dan sahabat pena. Perkawinan campur juga terjadi pada tenaga kerja Indonesia dengan tenaga kerja dari negara lain.
Bagi sebagian besar wanita Indonesia, mungkin membayangkan perkawinan campur dengan orang asing sangatlah menyenangkan sekaligus membanggakan. Mereka membayangkan hidup akan menjadi luar biasa nantinya, dibandingkan bila menikah dengan pria satu bangsa. Sebenarnya ini merupakan perasaan kagum terhadap hal-hal yang baru yang belum diketahui, atau karena anggapan menikah dengan orang asing berarti akan hidup mewah. Bahkan terkadang masyarakat memandang orang asing terlampau tinggi. Sayangnya, seringkali persoalan budaya itu terabaikan oleh calon pasangan kawin campur. Hambatan budaya muncul tanpa disadari, sehingga pada akhirnya menimbulkan miskomunikasi antarpasangan.
Kendala perbedaan budaya ini dapat memicu konflik dalam rumah tangga. Misalnya saja perbedaan pola pembagian tugas dan peran dalam rumah tangga yang tidak seimbang dapat dirasakan tidak adil oleh salah satu pasangan. Wanita Indonesia yang bersuamikan orang asing belum tentu makmur hidupnya, penuh dengan kemewahan seperti yang dibayangkan. Banyak wanita Indonesia yang sudah mempunyai karir cukup bagus, menikah dengan pria asing dan diboyong ke negara asal suami, ia harus memulai lagi dari titik bawah atau harus puas menjadi ibu rumah tangga saja. Bagi yang sudah terbiasa bekerja tentu menjadi ibu rumah tangga adalah satu pengorbanan yang sangat besar, tentu menjadi siksaan tersendiri. Apalagi tinggal di negara yang belum dikenal betul budaya dan lingkungannya. Apabila ingin bekerja lagi di negara sang suami tentunya harus berjuang dari bawah, padahal jabatan sebelumnya di Indonesia cukup mapan. Disinilah ego dan cinta dipertaruhkan, yang menjadi masalah adalah cinta bisa luntur juga perlahan-lahan, bila terlalu banyak tekanan yang dihadapi. Peran serta suami sangat dibutuhkan untuk memberikan semangat dan dorongan pada istri agar bisa terus belajar untuk menjadi kuat.
Pada umumnya, konflik terjadi di tahun pertama pernikahan, yakni masa yang merupakan tahap penyesuaian diri. Kadang didalam keluarga juga terjadi masalah dengan mertua, mertua yang merasa tersaingi dengan menantu wanita dan ini akan menjadi beban tersendiri, karena sudah jauh dari sanak famili tapi kurang diterima oleh keluarga suami, bila mental tidak kuat tentu perpisahan menjadi pilihan. Seperti yang dikisahan Hartati Papafragos dalam buku “Love & Shock”, bagaimana sang suami tidak menyukai masakan sang istri dan lebih memilih masakan sang ibu. Agar tidak berkecil hati, sang penulis memutuskan untuk membeli buku resep masakan dan belajar banyak mengenai masakan khas negara asal sang suami.
Kekurangan lain dari perkawinan antar bangsa terjadi ketika salah satu pasangan harus hidup di negara asing atau salah satu pihak harus pindah keluar negeri mengikuti pasangannya. Seberapapun besar rasa cinta terhadap suami atau istri, dan setinggi apapun tingkat kepedulian dan rasa hormat terhadap perbedaan budaya asing, rasa rindu terhadap tanah air pasti selalu ada. Selain itu, kekurangan lain terjadi jika pasangan beda bangsa pulang berlibur atau mengunjungi sanak keluarga di kampung halaman. Karena merasa waktunya sangat pendek, sang suami pada umumnya akan memilih pulang duluan. Jika hal ini berlanjut terlalu lama hubungan jarak jauh yang dijalin membuat suasana kurang harmonis dan membuat rumah tangga jadi retak.
Disamping beberapa kekurangan di atas, tentunya terdapat pula berbagai kelebihan dari perkawinan campuran. Hartati Papafragos menceritakan pengalaman hidupnya, bahwa salah satu kelebihan yang bisa dirasakan adalah jika pasangan berhasil merasakan hidup bahagia dan mendapati harapan sesuai dengan kenyataan. Hubungan ini dapat terjadi bila terdapat kesimbangan, saling percaya, saling menghormati, dan saling mengerti antarkeduanya.
Kelebihan lainnya, kita dapat mengetahui seluk-beluk masalah sosial, politik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta budaya negara lain. Selain itu kita juga bisa menambah wawasan tentang negara lain, serta mengambil hal-hal yang bersifat positif sebagai suatu proses pengembangan kepribadian.
Kelebihan perkawinan antar bangsa juga terletak pada generasi penerusnya. Menurut beberapa penelitian, biasanya anak yang dilahirkandari hasil perkawinan campur memiliki sejumlah keunggulan antara lain anak campuran mampu menggunakan dua bahasa atau bilingual dan mempunyai dua budaya atau bicultural. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Gillian Rhodes, seorang psikolog dari Universitas Western Australia beserta Craig Roberts guru besar biologi dari Universitas Newcastle Inggris, ditemukan bahwa wajah Eurasian (indo Eropa dan Asia) secara fisik tampak lebih menarik hati (atraktif) dan kebal terhadap penyakit yang disebabkan faktor keturunan.
Perkawinan adalah suatu masa dimana kita belajar saling menyesuaikan diri dalam segala hal untuk bisa hidup dengan rukun dalam satu tempat tinggal. Kawin campur tak sedikit menuai masalah, hal ini berkaitan dengan status kewarganegaraan dan hak asuh anak. Dari segi hukum misalnya, sebelum disahkan Undang-Undang (UU) nomor 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia, para wanita dengan pasangan beda negara sering menghadapi masalah status kewarganegaraan putra-putri mereka. Sebelum berlakunya UU tersebut, taip anak yang lahir dari hasil perkawinan wanita Indonesia dezngan orang asing tidak berhak menjadi warga negara Indonesia, tidak berhak mengikuti pendidikan di sekolah negeri, dan untuk menetap di Indonesia anak tersebut harus meminta izin tinggal yang dikeluarkan oleh pihak imigrasi. Oleh karena itu banyak wanita Indonesia yang menjadi sengsara hidupnya akibat kehilangan buah hati yang dibawa pergi oleh ayahnya pulang ke negara asal.
Beruntung masalah UU kewarganegaraan sudah dapat terselesaikan. Bahkan, sebagian orang tua pelaku perkawinan antarbangsa sudah bisa mendapatkan sertifikat pengakuan WNI bagi anaknya. Hal ini tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Dalam UU yang baru, tiap anak dari orang asing mempunyai dua kewarganegaraan hingga usia 18 tahun. Pada saat itu, anak tersebut sudah dianggap cukup dewasa untuk kemudian memilih kewarganegaraannya sendiri.
Selain masalah kewarganegaraan, masalah imigrasi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian para pelaku perkawinan antarbangsa. Sesuai UU Republik Indonesia nomor 9 tahun 1992 tentang imigrasi, seorang pria asing saat masuk ke wilayah Indonesia harus mengurus izin tinggal dan visa. Masalah wajib lapor ke imigrasi dan kantor polisi ini sampai sekarang masih selalu menjadi masalah bagi wanita yang besuamikan orang asing.
Persoalan lain yang tak henti terjadi, yaitu berkaitan dengan masalah sosial budaya. Bagaimana menyatukan dua kepribadian yang berbeda, dua individu yang memiliki nilai-nilai dan kebiasaan yang berbeda merupakan masalah yang tak ada habisnya. Banyak tantangan bagaimana menyatukan perbedaan-perbedaan yang berujung pada timbulnya masalah baru. Padahal sebenarnya, jika kedua belah pihak mau belajar mengenai seluruh aspek kehidupan negara pasangannya sebelum menikah, maka masalah adaptasi akan menjadi lebih mudah. Sayang, nasih banyak orang yang menetap di luar negeri mengikuti pasangannya kurang siap sehingga terjadilah berbagai bentuk kejutan budaya.
Untuk mencapai hubungan yang ideal seperti yang di dambakan, Hartati Papafragos memberikan beberapa tips berdasarkan pengalamannyadalam menjalin hubungan dengan pria beda bangsa:
1.Tunjukkan ketertarikan diri pada budaya pasangan.
2.Jangan menganggap seseorang akan cepat berubah hanya untuk mempertahankan suatu hubungan cinta dan pengaruh anda dalam hidupnya.
3.Diskusian semua aspek yang berkaitan dengan hidup masa depan Anda berdua.
4.Jika pasangan menolak untuk berdiskusi, Anda harus berhati-hati. Cobalah tanyakan alasan mengapa Ia tidak mau mendiskusikannya.
5.Buka topik diskusi masalah keuangan, cara mendidik dan membesarkan anak sebelum Anda memutuskan menikah dengannya.
6.Coba berdebat dan adu argumentasi dengannya. Lihat bagaimana caranya bertengkar. Sehingga Anda akan dapat mengetahui dapat bekerja sama dengannya atau tidak.
7.Pastikan bahwa Anda satu bahasa yang dapat digunakan Anda berdua secara fasih untuk komunikasi sehari-hari.
8.Renungkan kembali motif Anda. Apakah Anda yakin bahwa pasangan akan merasa aman dan bahagia jika tinggal di negara Anda? Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah siap jika harus tinggal di luar Indonesia? Bagaimanapun kejutan budaya (shock culture) akan dihadapi oleh setiap orang asing yang tinggal diluar negaranya.
9.Jangan menganggap remeh hubungan Anda dengan kedua ornag tua dan sanak keluarga pasangan. Jaga hubungan baik dengan orang tua dan keluarganya.
10.Jika dirasa sulit untuk menghadapi berbagai tantangan yang akan dihadapi, sebaiknya lupakan pria asing tersebut dan coba jalin hubungan dengan pria lain atau pria asal bangsa sendiri yang sesuai dengan kepribadian Anda. (dari berbagai sumber)
Tulisan yang menarik. Saya sendiri sebagai seorang ‘pelaku’ cross culture marriage menikmati membaca tulisan ini. Terimakasih.
Halo Irawan,
Terimakasih atas responsnya..memang tema pernikahan campur selalu hangat diperbincangkan karena banyak proses yang dilewati, tidak spt pernikahan secara umum.
Terimakasih
Salam
terima kasih untuk tulisannya..sangat bermanfaat untuk aku..karena tahun ini aku memutuskan untuk menikah dengan pria WNA..dan pada paragraf mengenai karier itu sangat menyentuh banget..hehehehe..karena saya sudah berkarier sejak lama. Terima Kasih masukannya yah..cheers:)
Halo Engel,
terimakasih atas kunjungan anda dan membaca artikel di web site kami. kami berharap apa yang ada dapat memeberikan input positif bagi semua.
Salam Hangat,
Redaksi
terima kasih atas masukan yg diberi, memang slama ni tips tsbt sdh pernah terlaksanakan scra spontanitas. Dan alhamdulillah berjalan dgn baik atas solusi dan sikap dewasaY. Dan slnjutY pasangan saya lbh serius dlm kedepan. Sedikit culture shock jg antara indonesia-prancis, tapi bismillah z utk slnjutY……. merci
Semoga Anda dan pasangan anda dapat menjalani hidup bersama berdampingan dalam sebuah leluarga yang bahagia,
Amien
Salam
terima kasih atas masukan yg diberi, memang slama ni tips tsbt sdh pernah terlaksanakan scra spontanitas. Dan alhamdulillah berjalan dgn baik atas solusi dan sikap dewasaY. Dan slnjutY pasangan saya lbh serius dlm kedepan. Sedikit culture shock jg antara indonesia-prancis, tapi bismillah z utk slnjutY……. merci
halo Bruce,
terimakasih untuk apresiasinya.
kami berharap Anda dan pasangan dpt menjalani hubungan yang Indah dan luar biasa di masa datang untuk selamanya.
merci..:-)
Terima kasih buat artikelnya.. Sangat bermanfaat buat saya yg sedang menjalin hubungan dgn WNA.. Meskipun saya belum tau apakah dia jodoh buat saya. Tapi paling tidak saya mendapatkan gambaran seandainya saya jadi menikah dengan dia..