<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wedding-imaging.com - Online Wedding Magazine &#187; perkawinan adat yogyakarta</title>
	<atom:link href="http://wedding-imaging.com/tag/perkawinan-adat-yogyakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wedding-imaging.com</link>
	<description>Wedding Magazine</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jun 2010 04:31:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Wedding Jogja, Wedding Tradisional</title>
		<link>http://wedding-imaging.com/wedding-jogja-wedding-tradisional/</link>
		<comments>http://wedding-imaging.com/wedding-jogja-wedding-tradisional/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 15:02:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wedding</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tema Utama]]></category>
		<category><![CDATA[calon pengantin]]></category>
		<category><![CDATA[hiasan janur kuning]]></category>
		<category><![CDATA[Ijab]]></category>
		<category><![CDATA[Ijab atau ijab kabul]]></category>
		<category><![CDATA[Langkahan]]></category>
		<category><![CDATA[malam Midodareni]]></category>
		<category><![CDATA[Midodareni]]></category>
		<category><![CDATA[Nontoni]]></category>
		<category><![CDATA[Nyatri]]></category>
		<category><![CDATA[Panggih]]></category>
		<category><![CDATA[Peningsetan]]></category>
		<category><![CDATA[perkawinan adat yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[perkawinan di jogja]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan adat yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan dengan konsep tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan di Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan di yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan jogja]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Singset]]></category>
		<category><![CDATA[siram (bahasa Jawa-red) yang artinya mandi]]></category>
		<category><![CDATA[siraman]]></category>
		<category><![CDATA[Tarub]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara Lamaran]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara nyantri]]></category>
		<category><![CDATA[upacara pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[upacara siraman]]></category>
		<category><![CDATA[Wedding Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Wedding Tradisional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wedding-imaging.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[

Saat mimpi didepan mata, maka tidak ada salahnya kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang termasuk mempersiapkan upacara pernikahan anda.  Banyak pilihan yang dapat anda ambil untuk pernikahan anda, salah satunya adalah menggunakan upacara pernikahan tradisional.
Jika para calon pengantin ingin mengadakan pernikahan di Jogja maka juga tidak terlepas dari upacara pernikahan dengan konsep tradisional.  Namun kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p>Saat mimpi didepan mata, maka tidak ada salahnya kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang termasuk mempersiapkan upacara pernikahan anda.  Banyak pilihan yang dapat anda ambil untuk pernikahan anda, salah satunya adalah menggunakan upacara pernikahan tradisional.<span id="more-221"></span></p>
<p>Jika para calon pengantin ingin mengadakan pernikahan di Jogja maka juga tidak terlepas dari upacara pernikahan dengan konsep tradisional.  Namun kita juga harus mengetahui urutan peristiwa adat tradisional tersebut, sehingga calon pengantin juga bisa mengambil makna pesan dan jiwa dari upacara tradisional tersebut.  Berikut kami hadirkan urutan upacara pernikahan tradisional ;</p>
<ul>
<li>Nontoni, upacara ini dilakukan untuk melihat calon pasangan yang akan dikawini.  Acara ini diprakarsai oleh calon pengantin pria.  Setelah calon pengantin pria setuju dengan calon pasangan yang dipilihnya, baru ditentukan lamaran oleh orang tua calon pengantin laki-laki.</li>
<li>Upacara Lamaran atau meminang. Pada hari yang telah ditetapkan, datanglah utusan dari calon besan yaitu orang tua calon pengantin pria dengan membawa oleh-oleh. Pada zaman dulu yang lazim disebut Jodang ( tempat makanan yang berisi Jadah, wajik, rengginan dan sebagainya) yang dipikul oleh empat orang pria.</li>
<li>Peningsetan,peningsetan dari bahasa Jawa yang artinya <em>Singset</em> yang berarti ikat. Jadi peningsetan adalah upacara pengikat, yaitu penyerahan         benda/barang berupa Kain batik, bahan kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup sebagai pengikat dari orang tua pengantin pria.</li>
<li>Tarub, Tarub adalah hiasan janur kuning (daun kelapa yang masih muda) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe (anyaman daun kelapa yang hijau).  Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin (siraman, Jawa) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan.</li>
<li>Nyatri, Upacara nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin putri satu  sampai dua hari sebelum  pernikahan. Calon pengantin pria ini akan ditempat kan dirumah saudara atau tetangga dekat.  Upacara nyantri ini dimaksudkan untuk melancarkan jalannya upacara pernikahan, sehingga saat-saat upacara pernikahan  dilangsungkan maka calon pengantin pria sudah siap ditempat sehingga tidak merepotkan pihak keluarga pengantin putri.</li>
<li>Siraman,siraman berasal dari kata <em>siram </em>(bahasa Jawa-red) yang artinya mandi.  siraman adalah memandikan calon pengantin yang mengandung arti membershkan diri agar menjadi suci dan murni. Bahan-bahan untuk upacara siraman</li>
<li>Midodareni,berasal dari kata <em>Widodari</em> (bahasa Jawa-red) yang berarti bidadari.  <em>Midodareni</em> biasa juga disebut dengan malam <em>Midodareni</em>.  Saat akan melaksanakan midodaren ada petuah-petuah dan nasehat serta doa-doa dan harapan.</li>
<li>Langkahan, Langkahan berasal dari kata dasar langkah (Jawa) yang berarti lompat, upacara langkahan disini dimaksudkan apabila pengantin menikah mendahului kakaknya yang belum nikah , maka sebelum akad nikah dimulai maka calon pengantin diwajibkan minta izin kepada kakak yang dilangkahi.</li>
<li>Ijab, Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ijab qobul biasanya dipimpin oleh petugas dari kantor urusan agama sehingga syarat dan rukunnya ijab qobul akan syah menurut syariat agama dan disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.</li>
<li>Panggih, berasal dari bahasa Jawa yang berarti bertemu. setelah upacara akad nikah selesai baru upacara panggih bisa dilaksanaakan,. Pengantin pria kembali ketempat penantiannya, sedang pengantin putri kembali ke kamar pengantin. Setelah semuanya siap maka upacara panggih dapat segera dimulai.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wedding-imaging.com/wedding-jogja-wedding-tradisional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
