Kalau akan menikah, sebaiknya kita mencari pasangan yang mempunyai kesamaan sikap dengan kita atau justru yang berbeda, karena kebanyakan orang beranggapan perbedaan yang jauh bisa menyebabkan ketidak samaan visi dan misi, tapi ada yang bilang perbedaan itu menyenangkan&membuat kita tidak monoton serta sebaliknya dengan persamaan.
Bagaimana sebaiknya menghadapi camer wanita (ibu si pria pasangan kita)? Kalau bicara (ngobrol) salah dikira banyak bicara, sedangkan mengambil sikap diam akan lebih disalahkan lagi, sekalipun saya berpikiran toh yang menikah hanya kami berdua tapi sebagai awal “mengambil” anaknya saya harus ada “prolog” terlebih dahulu dengan keluarganya.
Erika (umur 24 th, lajang, mahasiswa semester akhir)
Jawaban Untuk Erika :
Pernikahan adalah bersatunya dua individu yang berbeda, berbeda karakter, sifat, kebiasaan dan berbeda kemampuan. Oleh karena itu janganlah kita gentar dengan perbedaan itu, jika kita sadar bahwa kita pasti berbeda maka segala bentuk permasalahan yang bersumber dari perbedaan akan dapat kita minimalisir. Salah satu cara untuk meminimalisir berbedaan adalah dengan membuat komitmen-komitmen, mengkomunikasikan visi dan misi kita dalam pernikahan, dan selalu mengkomunikasikan apa saja yang menjadi ganjalan dalam mengarungi bahtera pernikahan.
Dalam memilih pasangan sebaiknya memilih yang mempunyai persamaan visi dan misi, tetapi tetap harus diingat walaupun telah sama tetapi tetap saja nantinya akan ditemuai perbedaan-perbedaan itu karena kembali lagi bahwa hakekat manusia itu adalah berbeda satu dengan yang lain, Tuhan menciptakan manusia pasti berbeda. Sehingga di dalam pernikahan sangat dibutuhkan ’saling’, saling mengerti, saling memahami, saling menyayangi, saling berbagi dan saling yang lainnya.
Bagaimana menghadapai calon mertua, pertama yang harus Erika tanamkan pada pikiranmu adalah bahwa calon mertuamu baik ayah atau ibu adalah orang yang BAIK. Setelah itu bersikaplah tenang dan terbuka pada mereka, jalinlah hubungan dan komunikasi yang baik, jika bertemu tidak hanya sekedar menyapa tetapi berusaha terbuka dengan pembicaraan-pembicaraan mereka. tetapi ingat jangan terlalu berlebihan nanti terkesan mengada-ada. Jangan karena takut salah menjadi kamu memilih untuk banyak terdiam dan selalu ingat harus tetap menjaga kesopanan. Orang tua biasanya terkesan dengan calon menantu yang sopan. Selamat mencoba………
Diasuh Oleh :
Hapsari Fakih, S.Psi.,Psikolog
Jogja Internarional Hospital Psikolog
e. hapsari_fakih@yahoo.com